Cari Blog Ini

THE TE OF PIGLET

 

Setelah membuat ringkasan The Tao of Pooh, saya menjadi tertarik membaca buku selanjutnya. Membaca buku ini mengingatkan saya lagi akan prinsip-prinsip Tao. Kesimpulan saya adalah: Pooh tanpa dia sadari sudah menjalankan Tao. Piglet masih berusaha memahami dan menjalani Tao. Piglet adalah kita semua.

THE TE OF PIGLET

Benjamin Hoff (1992)

It is the very small things that make up the big things."





Buku menjelajahi konsep Te (Kebajikan) melalui karakter Piglet. Piglet, walaupun tubuhnya kecil dan malu-malu, adalah inti Te yang sebenarnya dengan memperlihatkan kekuatan kerendahhatian, kelembutan, dan perhatian. Hoff menyamakan pengalaman Piglet dengan prinsip Tao. Kekuatan Piglet yang senyap dan kebaikan yang tak tergoyahkan menjadikannya contoh dalam menjalani hidup sepenuhnya yang autentik.

Hoff berpendapat ukuran kecil dan penampilan sederhana alih-alih kelemahan, malah menjadi kekuatan untuk hidup selaras dengan Tao. Piglet selalu ingin membantu orang lain, walaupun membantu ini menempatkan ia dalam bahaya. Dia selalu sadar akan kekurangannya, yang membuatnya berhati-hati dan berpikir panjang. Kualitas ini yang membuat Piglet mampu “berlayar” dalam kehidupannya secara anggun dan bijaksana.

Buku ini dibagi menjadi empat bagian: (1) Kebajikan dari yang Kecil, menjelaskan bahwa ukuran kecil Piglet memberikannya perspektif unik tentang dunia; (2) Kekuatan Kerendahhatian, membahas bahwa kerendahhatian Piglet membuatnya dapat terhubung dengan yang lain dan menghindari konflik; (3) Kebijakan Penerimaan, menunjukkan bahwa penerimaan Piglet tentang dirinya dan orang lain membuatknya hidup dalam damai; dan (4) Keberanian untuk Bertindak menutup buku ini dengan menjelaskan bahwa keberanian Piglet menaklukkan ketakutannya.

.


Berapa kesimpulan dari buku ini adalah:

  • Keberanian yang sebenarnya datang dari dalam. Ukuran Piglet yang kecil dan penampilan yang sederhana tidak membuatnya leman. Alih-alih, membuatnya hidup selaras dengan Tao dan memperoleh kekuatan sebenarnya.

  • Kerendahhatian adalah kunci sukses. Kerendahhatian Piglet membuatnya dapat terhubungan dengan orang lain dan menghindari konflik. Ini juga membantunya untuk belaar dari kesalahannya dan dapat bertumbuh.

  • Penerimaan adalah keharusan untuk mencapai kedamaian pikiran. Penerimaan Piglet terhadap dirinya dan orang lain memudahkan ia hidup dalam damai. Penerimaan juga membantunya melepaskan emosi negatif dan fokus pada sekarang

  • Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, tapi niat untuk bertindak walaupun ada rasa takut. Piglet takut akan banyak hal. Namun, dia mampu menghadapi rasa takutnya untuk melakukan hal yang benar.



Penjelasan tentang Benjamin Hoff dapat dilihat di halaman lain di blog ini yang membahas buku The Tao of Pooh


SAPIENS: A Brief History of Mankind

 

Melanjutkan blog sebelumnya, ringkasan kali ini masih tentang sejarah. Ini buku kedua tentang sejarah, yang membuat saya tidak bisa berhenti mendengarkan. Mendengarkan? Ya. Guns, Germs and Steel dan Sapiens adalah dua buku yang saya dengarkan lewat siniar. Salah satu pelajaran dari buku ini yang selalu menempel di otak saya adalah: manusia hanya bisa disatukan oleh tiga hal: imperium, agama, dan uang.

SAPIENS: A Brief History of Mankind

Yuval Noah Harari (2014)



"The world does not revolve around humans or 

around any other particular group of beings."

Buku ini membahas seluruh sejarah manusia, mulai dari kelompok kecil primata di Afrika hingga saat ini sebagai spesies paling dominan di bumi. Menurut Harari, keberhasilan manusia untuk bertahan bersumber kemampuan kita untuk bekerja sama dalam jumlah besar secara luwes. Kerja sama ini yang membuat manusia dapat mengembangkan pertanian, membangun kota-kota dan menciptakan imperium

Harari membagi sejarah manusia dalam empat tahap utama:

Revolusi Kognitif: sekitar 70.000 tahun yang lalu, manusia mengalami revolusi kognitif memungkinkan munculnya bahasa, pikiran abstrak dan komunikasi simbolis. Terobosan ini menyebabkan manusia dapat mengkoordinasikan tindakan, menyimpan dan menyebarkan ilmu, dan berimajinasi tentang kenyataan alternatif. Manusia mampu menciptakan dan berbagi mitologi yang dipercaya bersama. Revolusi kognitif ini memberikan manusia keunggulan besar dibanding spesies lain.

Revolusi Pertanian: sekitar 10.000 tahun yang lalu, manusia bertransisi dari masyarakat pemburu-pengumpul ke masyarakat pertanian yang menetap. Manusia mulai mendomestikasi tanaman dan binatang. Domestikasi ini menghasilkan makanan yang lebih banyak, mendukung pertumbuhan populasi, memungkinkan pemukiman yang menetap dan menciptakan hierarki sosial.

Penyatuan Umat Manusia: ratusan tahun sejak revolusi pertanian, manusia makin saling terhubungkan, yang berakibat munculnya imperium, perdagangan dan komunikasi global. Prosese penyatuan ini digerakkan oleh faktor-faktor seperti pertukaran ekonomi, difusi budaya, dan penaklukan militer.

Revolusi Sains: Di abad ke-16, Eropa mulai mengalami peningkatan kemajuan intelektual dan ilmu pengetahuan luar bisa, yang menghasilkan pemahaman baru tentang alam semesta dan peran manusia di dalamnya. Revolusi ini mengubah masyarakat, menghasilkan kemajuan teknologi, terobosan kesehatan, dan pergeseran dari penjelasan agama ke penjelasan sains tentang fenomena alam.

Harari berpendapat Revolusi Sains adalah peristiwa terpenting dalam sejarah manusia sejak Revolusi Pertanian. Revolusi Sains membawa kemajuan pesat dalam kesehatan, teknologi, dan pemahaman tentang semesta. Namun, revolusi yang sama juga membawa hal-hal negatif, seperti perubahan iklim, bom atom dan gap yang makin melebar antara yang kaya dan yang miskin.

 

 Beberapa kesimpulan dari buku ini:

  • Keunikan manusia adalah kemampuan bekerja sama dalam jumlah besar secara luwes.

  • Revolusi Pertanian adalah titik perubahan besar dalam sejarah manusia.

  • Revolusi Sains adalah peristiwa yang paling penting dalam sejarah manusia sejak Revolusi Pertanian.



Yuval Noah Harari adalah penulis, pemikir, ahli sejarah dan profesor di Jurusan Sejarah, Hebrew University. Harari lahir di Kiryat Ata, Israel, di tahun 1976. Sejak kecil ia sudah tertarik dengan sejarah danmembaca banyak buku berbagai topik sejarah. Ketertarikannya pada sejarah ini membawanya ke karir akademik, dan meraih gelar doktor dalam sejarah dari University of Oxford di tahun 2002. Buku-buku sains populer yang ditulisnya adalah: Sapiens: A Brief History of Humankind (2014), Homo Deus: A Brief History of Tomorrow (2016), and 21 Lessons for the 21st Century (2018).

GUNS, GERMS AND STEEL: The Fates of Human Societies

 

Seperti yang tertulis di profil, salah satu minat saya adalah sejarah, suatu topik yang membosankan buat banyak orang. Saya beruntung memiliki dua orang yang membuat saya tertarik pada sejarah. Dua orang tersebut adalah ibu saya dan guru sejarah di SMP. Dari mereka saya mengerti sejarah bukanlah sekedar deretan tahun-tahun tanpa makna. Sejarah adalah “cerita” nyata tentang interaksi antar manusia jaman dulu yang berdampak hingga sekarang. Darinya kita dapat mengambil pelajaran. Buku ini salah satu yang banyak memberikan wawasan tentang mengapa satu peradaban lebih maju dibanding peradaban lainnya.

GUNS, GERMS AND STEEL: 

The Fates of Human Societies

Jared Diamond (1997)

 "Geography is history."

Diamond berpendapat bahwa kemajuan peradaban bukanlah berdasarkan perbedaan biologi atau budaya pada orang-orangnya, melainkan faktor geografislah yang mejadi penentunya. Diamond merunut perkembangan peradaban yang diawali dari Bulan Sabit Subur (Fertile Crescent) yang berlokasi di Irak Selatan, Siria, Libanon, Yordania, Palestina, Israel, sebagian Turki dan Iran. Dia mengidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat Erasia memiliki keunggulan atas masyarakat di daerah lain.

Pertama, Erasia memiliki tanaman dan binatang yang dijinakkan (terdomestikasi) lebih banyak dibanding benua lain. Eurasia juga memilikI iklim dan daratan yang luas dan subur serta sungai lebar dan stabil, sehingga dapat mengembangkan berbagai tanaman pertanian dan ternak. Eurasia membentang dari barat ke timur sehingga memiliki iklim yang relatif sama, yaitu beriklim sedang. Hal ini memudahkan penyebaran tanaman pertanian dan teknologi. Akibatnya, Eurasia memiliki pasokan makanan yang melimpah dan stabil yang mendukung populasi besar dan kompleks. Luas dan keberagaman Eurasia juga memungkinkan terbangunnya jaringan perdagangan yang menyebarkan ide dan teknologi. Sebagai perbandingan, Amerika dan Afrika terisolasi dari Eurasia dan membentang dari utara selatan. Isolasi ini membatasi akses mereka terhadap tumbuhan dan binatang terdomestikasi, dan jaringan perdagangan. Bentangan utara-selatan membuat iklim yang berbeda, menuntut tanaman pangan yang berbeda.

Kedua, penduduk Eurasia lebih banyak terpapar berbagai jenis kuman karena jaringan perdagangan dan migrasi. Hal ini membuat mereka memiliki kekebalan lebih terhadap penyakit yang fatal bagi peradaban lain, misalnya cacar dan campak. Hal ini memudahkan mereka mengalahkan dan menguasai peradaban lain. Ketika peradaban Erasia bertemu peradaban Amerika dan Afrika, pemukim Erasia membawa serta penyakit ini yang kemudian membasmi penduduk asli Amerika dan Afrika.

 Beberapa kesimpulan dari buku ini adalah:

  • Perbedaan perkembangan teknologi bukanlah karena perbedaan inheren biologis atau budaya tetapi karena perbedaan geografis.

  • Erasia memiliki beberapa keunggulan berupa: daratan luas, iklim sedang, berbagai tumbuhan dan binatang terdomestikasi, yang mendukung populasi besar dan jaringan perdagangan.

  • Erasia yang memiliki membentang barat-timur memudahkan penyebaran tanaman pangan, binatang terdomestikasi dan teknologi.

  • Masyarakat Eurasia memilih kekebalan lebih terhadap penyakit yang fatal bagi peradaban di benua lain.

Trivia: Diamond membuat judul buku ini “Bedil, Kuman dan Baja” sebagai simbol dari teknologi militer, penyakit dan peralatan pertanian dan konstruksi.

 


Jared Diamond adalah professor Geografi di University of California, Los Angeles. Karir ilmiahnya dimulai di fisiologi dan kemudian berkembang ke biologi evolusi dan biogeografi. Penghargaan yang diperoleh Diamond adalah National Medal of Science, the Tyler Prize for Environmental Achievement, Japan’s Cosmo Prize, a MacArthur Foundation Fellowship, and the Lewis Thomas Prize Honoring the Scientist as Poet. Diamond telah mempublikasi lebih dari 600 artikel dan buku Guns, Germs, and Steel, mendapat penghargaan Pulitzer

THE TAO OF POOH

 

Seperti yang diceritakan di postingan pertama saya di blog ini, saya tertarik pada stoikisme karena mirip dengan Buddhisme dan Taoisme. Uniknya adalah walau serupa, ketiga filsafat ini lahir di lokasi yang berbeda. Ketertarikan awal saya dengan Taoisme berawal dari buku ini. Buku pinjaman teman ini saya baca di masa kuliah tahun 90an. Saat itu pun buku ini bukan buku baru, sudah sekitar satu dekade.

THE TAO OF POOH

Benjamin Hoff (1982)

"Any fool can know. The point is to understand."

Buku ini menerjemahkan Tao Te Ching, naskah Tiongkok kuno tentang Taoisme, melalui cerita Winnie The Pooh. Menurut Hoff, Tao adalah jalan hidup yang berdasarkan kesederhanaan, spontanitas dan penerimaan. Tokoh tokoh dalam cerita Pooh mewakili aspek-aspek Tao. Contohnya, kegemaran Pooh akan madu mewakili Tao yang mendorong untuk mengikuti keinginan alami. Piglet yang lemah lembut menjelaskan konsep Wu Wei, tindakan tanpa berusaha. Pesimisme Eeyore menggambarkan Tao yang percaya bahwa keadaan seringkali tidak seperti yang terlihat awalnya.

Satu konsep mendasar dari Tao adalah Wu Wei, yaitu “tindakan tanpa berusaha” atau “mengalir”. Wu Wei bukanlah malas atau tidak aktif, tetapi bertindak selaras daengan keteraturan alami. Winnie si Beruang selalu menemukan yg dia perlukan tanpa berusaha terlalu keras.

Konsep Tao penting lainnya adalah keseimbangan dari hal yang berlawanan. Segala sesuatu di alam semesta terdiri dari dua gaya yang berlawanan, seperti yin dan yang, baik dan buruk, serta gelap dan terang. Tao bukanlah memilih satu sisi aja, tetapi menemukan keselarasan di antara dua gaya tersebut.

Hoff juga menjelaskan pentingnya hidup atau hadir di saat ini dan menerima keadaan apa adanya (Stoikisme!). Tao bukanlah tentang merencanakan masa depan atau khawatir tentang masa lalu, tetapi sepenuhnya hidup di saat ini dan menikmati hal-hal sederhana.

  Beberapa kesimpulan dari buku ini adalah:

  • Tao adalah jalan yang alami dan sederhana. Tao tidak memperumit keadaaan. Tao adalah tentang hidup alami, hidup sederhana.

  • Tao bersifat spontan. Hadirlah di saat ini dan menikmati hal-hal sederhana.

  • Tao bersikap menerima. Menerima diri sendiri dan dunia sekitar seperti apa adanya. Jangan merencanakan masa depan atau khawatir tentang masa lalu.

  • Wu Wei: mengalir dan bertindak selaras dengan keteraturan alami.

  • Keseimbangan hal-hal yang berlawanan: Temukan keselarasan antara dua gaya yang berlawanan. 

Benjamin Hoff adalah penulis berkebangsaan Amerika. Tiga buku populer yang ditulisnya adalah:The Tao of Pooh, The Te of Piglet, and The Singing Creek Where the Willows Grow. The Tao of Pooh dan The Te of Piglet menjadi New York Time’s Best Seller selama 50 minggu lebih. Sedangkan The Singing Creek Where the Willows Grow mendapat penghargaan American Book Award.

WHY SEX IS FUN? The Evolution of Human Sexuality

  Judul buku sangat “clickbait” ya? Tapi bila melihat pengarangnya kita pasti tahu apa yang akan kita dapatkan. Jared Diamond adalah penul...

Populer