Cari Blog Ini

THE OBSTACLE IS THE WAY: The Ancient Way of Turning Adversity to Advantage

 

Ini adalah buku kedua tentang Stoikisme modern yang saya baca berdasarkan daftar yang disajikan oleh Google Discover. Berbeda dengan buku Stoikisme pertama yang saya rangkum (How to Be StoicMassimo Pagliucci), buku ini fokus pada satu kutipan Marcus Aurelius, salah satu kaisar terbaik Romawi sekaligus filsuf stoikisme, dalam karyanya Meditation.


THE OBSTACLE IS THE WAY: THE ANCIENT WAY OF TURNING ADVERSITY TO ADVANTAGE

Ryan Holiday (2014)

The impediment to action advances action. What stands in the way becomes the way.”

Buku ini mengajarkan cara mengatasi hambatan dan mencapai tujuan. Menurut Holiday, hambatan bukanlah sesuatu untuk dihindari, tapi malah dihadapi. “Hambatan pada aksi menggerakkan tindakan. Apa yang menghambat malah menjadi jalan.” Jika kita menghadapi hambatan, kita mendapat kesempatan untuk belajar, tumbuh dan menjadi kuat. Buku ini didasarkan pada Stoikisme tapi ditulis dengan bahasa modern dan mudah dipahami

Bagian awal buku ini memperkenalkan konsep dikotomi kendali: kita hanya dapat mengendalikan pikiran dan tindakan. Di luar itu adalah sudah bukan di bawah kendali kita. Setelah kita memahami konsep dikotomi kendali, kita mulai dapat fokus pada apa yang dapat kita kendalikan, dan menerima hal-hal di luar kendali kita.

Buku ini kemudian membahas tiga prinsip kunci dalam menghadapi hambatan:

  1. Persepsi: bagaimana kita melihat hambatan sama pentingnya hambatan itu sendiri. Jika kita melihat hambatan sebagai tantangan atau kesempatan, hambatan akan lebih mudah diatasi.

  2. Aksi: Saat kita melihat hambatan sebagi tantangan atau kesempatan. kita dapat mengambil tindakan untuk mengatasi. Tindakan tersebut haruslan dalam langkah-langkah kecil.

  3. Niat: Mengatasi hambatan membutuhkan ketekunan dan niat. Lakukan usaha dan kerja keras untuk berhasil.

Beberapa kesimpulan dari buku ini adalah:

  • Hambatan haruslah dihadapi bukan dihindari. Hambatan adalah cara belajar dan berkembang.

  • Fokus pada yang dapat kita kendalikan (pikiran, perkataan, dan pikiran) dan menerima yang tak dapat kita kendalikan.

  • Cara kita melihat hambatan sama pentingnya dengan hambatan itu sendiri

  • Hadapi hambatan dengan solusi dalam tahapan kecil yang dapat kita kelola.

  • Mengatasi hambatan memerlukan tindakan, ketekunan, dan niat.

Ryan Holiday sebelumnya adalah direktur pemasaran American Apparel. Kampanye iklannya dibahas dalam Advertising Age, The New York Times, dan Fast Company



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WHY SEX IS FUN? The Evolution of Human Sexuality

  Judul buku sangat “clickbait” ya? Tapi bila melihat pengarangnya kita pasti tahu apa yang akan kita dapatkan. Jared Diamond adalah penul...

Populer