Sebetulnya sudah lama saya mendengar buku ini. Buku ini populer di bagian self-help, tetapi saya abaikan. Mungkin karena judulnya yang terlalu bombastis buat saya. Saya lebih tertarik membaca, tepatnya mendengar, Atomic Habit – James Clear dan Psychology of Money = Morgam Housel (Saat berolahraga, saya sering mendengarkan siniar). Kemudian saya terkejut ketika buku ini masuk di daftar buku Stoikisme modern. Setelah saya baca, ya memang buku ini masuk ke dalam Stoikisme, tanpa menyebut prinsip-prinsip Stoikisme, tanpa mengutip guru-guru Stoikisme.
THE SUBTLE ART OF NOT GIVING A F*CK:
A Counterintuitive Approach to Living A Good Life
Mark Manson (2016)
Buku ini menantang nasihat self-help umumnya. Menurut Manson, tidak mungkin dan tidak sehat berperasaan positif setiap saat. Lebih penting menerima emosi negatif dan bagaimana menghadapinya secara sehat. Pilihlah dengan hati-hati prioritas kita, dan abaikan yang tidak penting. Jujurlah pada diri kita tentang kekurangan atau keterbatasan kita untuk kemudian diperbaiki sedikit demi sedikit. Tidak perlu menjadi sempurna.
Buku ini dibagi menjadi sembilan bagian:
1. Jangan Mencoba.
Tidak ada gunanya memiliki perasaan positif setiap saat. Normal untuk memiliki emosi negatif, dan berusaha menekannya malah membuatnya semakin buruk. Lebih baik kita menerima emosi negatif tersebut dan menghadapinya dengan cara yang sehat.
2. Bahagia Adalah Masalah
Kebahagiaan malah bersumber dari memecahkan masalah. Hidup adalah perjuangan. Tidak ada kehidupan yang tanpa masalah tapi pilihlah yang benar-benar masalahmu.
3. Kamu Tidak Istimewa
Kita semua tidak istimewa, tidak juga unik. Kita dan memiliki cacat. Terimalah kekurangan tersebut. Fokus pada hidup kita dan tidak membandingkannya dengan hidup orang lain.
4. Nilai Penderitaan.
Penderitaan adalah bagian dari kehidupan (Buddhisme!). Temukan arti dari penderitaan tersebut dan gunakan untuk tumbuh dan belajar.
5. Kamu Selalu Memilih
Jika kamu merasa kamu memilih masalahmu, maka muncul perasaan pemberdayaan. Jika kamu merasa tidak punya kendali atas hidupmu, maka kamu akan menderita. Penting untuk menerima tanggung jawab dalam setiap masalah. Semakin besar rasa tanggung jawab itu, makin besar rasa berdaya itu.
6. Kamu Salah tentang Segala Hal
Kita pasti pernah salah tentang sesuatu atau malah dalam segala hal. Tetap terbukalah terhadap informasi baru dan ubahlah pemikiran kita.
7. Kegagalan Adalah Langkah Maju
Kegagalan adalah hal penting untuk pembelajaran dan pertumbuhan. Terimalah kegagalan tersebut tetapi jangan menjadikan kegagalan tersebut menjadi bagian dari karakter kita.
8. Pentingnya Berkata Tidak
Hidup ini bukan untuk melakukan pekerjaan orang lain. Harus ada batasan dalam setiap hubungan. Komitmen justru membawa kebebasan. Komitmen membuat tidak mudah teralihkan dan membuat pengamnbilan keputusan lebih sederhana.
9. ...Kemudian Kamu Mati
Takut mati adalah hambatan hidup yang bahagia. Menerima kematian akan memotivasi kita untuk benar-benar hidup.
Beberapa kesimpulan dari buku ini adalah:
Tidak mungkin bersikap positif setiap saat. Emosi negatif adalah alami dan berusaha menekannya malah membuatnya makin buruk.
Hidup memang penuh penderitaan. Penderitaan membuat kita tumbuh dan belajar.
Takut kematian adalah salah satu penghalang hidup bahagia. Terimalah kematianmu.
Pilihlah dengan hati-hati hal-hal penting dalam hidupmu.
Pilihlah prinsip-prinsipmy dan hiduplah berdasarkan prinsip-prinsip tersebut.
Kita semua memiliki cacat, tidak sempurna. Penerimaan kelemahan ini adalah dasar kebahagiaan.
Membandingkan kita dengan orang lain hanya membawa pada rasa iri dan benci. Fokuslah pada perjalanan kita sendiri.
Tanpa sadar, kita selalu mengambil pilihan. Ambillah pilihan yang sesuai dengan prinsip kita.
Kebahagiaan adalah perjalanan. Nikmatilah perjalanan tersebut.
Mark Manson adalah tiga kali penulis best-selling #1 New York Times bestselling. Bukunya telah terjual 20 juta, dan diterjemahkan ke lebih dari 65 bahasa dan mencapai nomor satu belasan negara. Di 2023, film biopik dirinya diluncurkan oleh Universal Pictures.








