Pertama kali saya mendengar buku ini adalah di tahun 2022. Katanya buku ini adalah salah satu yang wajib dibaca selain The Atomic Habit – James Clear dan The Subtle Art of Not Giving A F*ck – Mark Manson. Setelah saya dengarkan dari salah satu siniar, memang buku ini sangat bermanfaat dalam pengelolaan uang pribadi, satu hal yang sering tidak kita dapatkan di pendidikan formal. Buat saya, buku ini cenderung “lebih ilmiah” dibanding buku-buku self-help pada umumnya. Dalam arti, buku ini tidak memberikan langkah-langkah mendapatkan uang misalnya, tetapi menjelaskan bagaimana pola pikir yang benar tentang uang.
THE
PSYCHOLOGY OF MONEY: Timeless Lessons of Wealth, Greed and Happiness
Morgan Housel (2017)
Housel menekankan bahwa kesuksesan keuangan bukan hanya ditentukan oleh pengetahuan atau kecerdasan. Emosi, bias dan norma sosial berpengaruh kuat pada keputusan keuangan kita dan sering menurunkan kinerja keuangan jangka panjang. Menurutnya keputusan keuangan kita lebih sering digerakkan oleh psikologi daripada oleh logika atau literasi keuangan,
Buku ini membahas beberapa tema, yaitu:
Tidak ada satupun perjalanan keuangan yang sama. Tiap orang mengalami perjalanan keuangan yang unik. Tidak ada satu pendekatan dalam usaha mencapai kesuksesan keuangan. Kita harus mengenali kekuatan dan kelemahan keuangan kita sendiri dan menyusun strategi yang sesuai dengan kondisi dan tujuan kita.
Pentingya menabung sejak awal dan sering. Housel menekankan kekuatan bunga compound dan menunjukkan bahwa investasi kecil dapat menghasilkan jumlah uang yang besar dalam jangka panjang. Lebih penting menabung seawal mungkin dibanding menabung dalam jumlah uang yang besar.
Rollercoaster emosi terkait uang. Kita harus membangun ketahanan emosional dan menghindari keputusan impulsif yang didasarkan pada ketakutan atau kerakusan. Tetap sabar dan disiplin untuk tetap pada jalur investasi yang ditetapkan dan tidak terjebak dalam volatilitas pasar.
Peran keberuntungan dalam mengumpulkan kekayaan. Banyak orang sukses sebenarnya hanya karena berada di tempat yang benar pada saat yang tepat. Keberhasilan mereka bukanlah karena kerja keras atau kecerdasan.
Paradoks kekayaan. Kekayaan bisa meningkatkan dan menurunkan kualitas hidup. Temukan kesetimbangan dan keselarasan antara tujuan keuangan dengan nilai-nilai dan aspirasi diri.
Beberapa kesimpulan dari buku ini adalah:
Tidak ada yang tahu tentang masa depan. Yang terbaik adalah membuat prediksi berdasarkan data yang ada dan bersiap untuk beberapa kemungkinan.
“Uang lambat” lebih baik daripada “uang cepat”. Menumbuhkan kekayaan memerlukan waktu dan kesabaran.
Menabung lebih penting daripada berinvestasi. Kita memerlukan dasar keuangan kuat sebelum mulai berpikir tentang investasi.
Utang adalah alat...dan jebakan. Gunakan utang secara bijaksana dan hindari mengambil utang lebih besar daripada yang mampu kita bayar.
Kekayaan tidaklah sama dengan kebahagiaan. Banyak hal lainyang lebih penting daripada uang.
Kita tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi pada kita tetapi kita dapat mengendalikan reaksi kita (stoikisme!). Hal ini penting apalagi jika ada hambatan keuangan atau yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Nyamanlah dengan ketidaktahuan. Tidak apa-apa tidak memiliki semua jawaban. Cukuplah dengan membuat keputusan berdasarkan informasi yang kita punya.
Morgan Housel adalah partner di The Collaborative Fund. Housel mendapat Best in Business Award dua kali dari Society of American Business Editors and Writers, dan pemenang ]New York Times Sidney Award. In 2022, MarketWatch menyebut dia sebagai salah satu dari 50 orang yang paling berpengaruh di pasar.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar